Buku psikologi pendidikan ngalim purwanto pdf


 

Download as PDF Print Psikologi pendidikan / M. Ngalim Purwanto Send to Email Psikologi pendidikan / M. Ngalim Purwanto. medical-site.infoess - buku profesi pendidikan pdf bahwa berdasarkan pasal 4 download buku psikologi pendidikan ngalim purwanto pdf, download buku. View BUKU medical-site.info from FST ENG at Sampoerna University. 30 Ngalim Purwanto Psikologi Pendidikan Jakarta h digilibuinsbyacid; Sampoerna.

Author:GEORGIANA GAJESKI
Language:English, Spanish, Japanese
Country:Moldova
Genre:Academic & Education
Pages:553
Published (Last):13.04.2016
ISBN:272-9-64959-516-3
Distribution:Free* [*Register to download]
Uploaded by: TERENCE

64021 downloads 88894 Views 31.65MB PDF Size Report


Buku Psikologi Pendidikan Ngalim Purwanto Pdf

Download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd . Melalui mata kuliah Psikologi Pendidikan ini diharapkan mahasiswa mampu memiliki Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan: Perangkat Sistem Modul.S. (). DAFTAR BUKU 1. Download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd. Flag for M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Remadja Karya, Bandung, , halaman inentertainment psikologi komunikasi jalaluddin rakhmat pdf psikologi komunikasi psikologi komunikasi jalaludin rakhmat ebook download - tugas bedah buku psikologi pendidikan ngalim purwanto rosda rp

Fanevhie Setia A. Latar Belakang Masalah Salah satu permasalahan utama yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan formal pada setiap jenjang pendidikan. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukan peningkatan yang berarti bagi siswa. Sebenarnya sebagai seorang guru, hanya perlu mencanangkan suatu gerakan sadar matematika. Karena berjalan, makan, tidur dan apapun aktifitas dalam kehidupan sehari-hari secara tidak sadar menggunakan matematika. Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan mulai jenjang pendidikan dasar.

Book_pdf - medical-site.info

Semakin muda usia anak, maka akan semakin sulit untuk mendapatkan asesmen yang valid. Perkembangan anak-anak usia dini berlangsung sangat cepat dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman.

Performansi mereka dalam tes dipengaruhi oleh kondisi-kondisi emosional anak dan kondisi-kondisi saat asesmen dilakukan. Satu hal yang pasti dalam melakukan asesmen adalah jangan pernah menggunakan satu instrumen asesmen untuk membuat keputusan-keputusan yang memiliki konsekuensi penting bagi anak-anak. Setiap asesmen seharusnya dipilih untuk memenuhi tujuan-tujuan yang spesifik.

BUKU ok.pdf -

Asesmen seharusnya diselaraskan dengan kurikulum dan proses pembelajaran di kelas. Berikut ini beberapa macam pengertian asesmen autentik dari berbagai sumber: 1.

Asesmen autentik adalah suatu cara pengukuran penguasaan peserta didik terhadap suatu mata pelajaran dengan cara yang lain dibanding regugitasi sederhana dari pengetahuan. Asesmen autentik harus mengukur proses pemahaman dan bukan sederhana potongan-potongan informasi yang dihafal. Dalam hal ini asesmen autentik menutut peserta didik untuk menjadi orang yang efektif yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan.

Asesmen autentik adalah soal tes atau latihan yang sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan. Latihan informasi dan penalaran ilmiah pada situasi semacam yang akan dihadapi di luar kelas. Suatu asesmen yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas otentik yang bermanfaat, penting, dan bermakna Hart, Asesmen itu terlihat sebagai aktivitas pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir tinggi serta koordinasi tentang pengetahuan yang luas.

Asesmen autentik menantang peserta didik untuk menerapkan informasi maupun keterampilan akademik baru pada suatu situasi riil untuk suatu maksud yang jelas. Asesmen autentik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya sembari memperlihatkan apa yang telah dipelajarinya Johnson, Asesmen autentik mengamanatkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang sesungguhnya. Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu.

Penilaian ini merupakan alat bagi sekolah yang maju, yang tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa dan tahu dengan jelas bagaimana mereka mewujudkan kualitas tersebut Sizer, Johnson, Bila performance assessment meminta anak didik untuk mendemonstrasikan perilaku atau kemampuan tertentu dalam situasi testing. Authentic assessment membawa demonstrasi ini selangkah lebih maju dan menekankan pentingnya penerapan keterampilan atau kemampuan yang dimaksud dalam konteks situasi kehidupan nyata.

Penilaian autentik berfokus pada tujuan, melibatkan pembelajaran secara langsung, mengharuskan membangun keterkaitan dan kerjasama, dan menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi. Pengujian standar ujian nasional, ulangan umum, dan lain-lain.

You might also like: BUKU HURU HARA HARI KIAMAT.PDF

Ciri-ciri Penilaian Autentik - Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. Manfaat penilaian autentik Penggunaan penilaian autentik sebagai evaluasi hasil pembelajaran siswa di sekolah merupakan suatu solusi yang bisa ditawarkan untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang dilakukan berjalan dengan efektif. Di kedua sisi ini adalah sesuatu yang menguntungkan baik bagi siswa itu sendiri maupun pihak guru atau sekolah. Sedangkan bagi guru, penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan.

Tujuan penilaian autentik 1. Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. Dengan kata lain, siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik 2.

Prinsip Penilaian Autentik a. Penilaiaan harus meneerminkan masalah dunia nyata b. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode, dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar c. Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik Bentuk dan Strategi Penilaian Autentik Bentuk-bentuk penerapan asesmen autentik yaitu sebagai berikut: 1.

Pada umumnya pendidik mengenal 4 macam asesmen autentik, yaitu portofolio, perbuatan atau kinerja, proyek, dan respon tertulis secara luas Johnson, Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan, tugas problem solving kelompok, pembuatan portofolio Hart, Dalam cara lain dinyatakan pula bahwa cara-cara asesmen dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu observasi, contoh-contoh perbuatan, serta tes dan prosedur serupa tes atau pengukuran prestasi peserta didik pada suatu waktu maupun tempat tertentu.

Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya, misalnya dalam bidang sains, pendidikan, kesehatan, matematika, dan bahasa inggris, dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang Johnson, Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik, seperti melakukan penelitian, menulis, merevisi, dan mendiskusikan masalah.

Asesmen autentik juga mengikuti apakah peserta didik dapat terampil memberikan jawaban perbuatan atau produk yang seksama dan yang dapat dipertanggungjawabkan. Asesmen autentik menjadi valid dan reliabel dengan cara menekankan dan membakukan kriteria produk yang sesuai Grant, Sama halnya observasi sistematik, ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan. Tanggapan ini dapat berupa suatu tulisan singkat atau jawaban lisan, suatu pemecahan matematik, suatu gambar , suatu diagram, grafik.

Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. Penilaian portofolio merupakan salah satu bentuk asesmen autentik. Hal ini karena tugas-tugas yang diberikan guru menantang siswa agar dapat mengem- bangkan kemampuan pada situasi yang bermakna.

Adanya penilaian portofolio memungkinkan siswa menunjukkan kemampuan belajar sekaligus meningkatkan pengetahuan siswa. Siswa untuk mengevaluasi partisipasi, proses dan produk mereka. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar, tulisan dan bentuk lainnya.

Penyekoran Asesmen Autentik Menurut Hart , penyekoran asesmen autentik yaitu sebagai berikut: 1. Menekankan penyekoran berdasarkan suatu standar yang digunakan bersama. Mengungkap dan mengidentifikasi kekuatan siswa, bukan menunjukkan kelemahan mereka.

Diskor berdasarkan standar kinerja yang jelas, bukan dengan acuan norma. Mengakses proses dan komptensi secara rutin. Menggalakkan siswa untuk melakukan kebiasaan menilai diri sendiri. Alat yang dipakai untuk membantu guru melakukan penyekoran adalah rubrik penyekoran. Rubrik penyekoran adalah suatu set kriteria yang digunakan untuk menyekor atau menempatkan posisi siswa pada tes, portofolio, atau kinerja. Rubrik penyekoran mendeskripsikan tingkat kinerja yang diharapkan dicapai siswa secara relatif.

Jadi, deskripsi kinerja- kinerja siswa dan bagaimana menempatkan kinerja tersebut dalam suatu rentangan nilai yang telah ditetapkan sebelumnya. Kerangka Berfikir Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum, atau guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran, dan memperbaiki program pembelajarannya.

Oleh karena itu, program yang telah dirancang, strategi pembelajaran yang telah disiapkan, dan bahan yang telah disiapkan perlu dievaluasi, direvisi, atau mungkin diganti apabila ternyata tidak efektif membantu siswa dalam mencapai penguasaan kompetensi. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai akhir semester, karena bila dilakukan pada akhir semester bisa saja perbaikan itu akan sangat terlambat. Guru harus percaya bahwa setiap siswa dalam kelasnya mampu mencapai kriteria ketuntasan setiap kompetensi, bila siswa mendapat bantuan yang tepat.

Misalnya, memberikan bantuan sesuai dengan gaya belajar siswa pada waktu yang tepat sehingga kesulitan dan 19 kegagalan tidak menumpuk. Dengan demikian siswa tidak frustasi dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya.

Metode Penelitian a. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang diambil oleh peneliti yaitu tentang penelitian pengembangan Research and Development. Menurut bidang yang diteliti penelitian yang dilakukan termasuk di dalam jenis penelitian pengembangan model pembelajaran. Adapun berdasarkan teknik yang digunakan penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian observasi dan tes, di mana peneliti melakukan perlakuan khusus terhadap variable yang diteliti.

Menurut Sugiono metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut.

Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi dimasyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal bertahap bisa multy years. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiono yaitu : 1. Potensi dan Masalah Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah.

Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual 21 dan uptode, maka selanjutnya perlu dikumpulkan sebagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.

Disini diperlukan metode penelitian sendiri. Metode apa yang digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. Produk-produk pendidikan misalnya kurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu, metode mengajar, media pendidikan, buku ajar, modul, kompetensi tenaga kependidikan, sistem evaluasi, model uji kompetensi, penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu dan lain- lain.

Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagann, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. Pada contoh tentang produk pendidikan , hasil akhir dari kegiatan yaitu berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. Desain metode ini masih bersifat hipotetik.

Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja, bagan atau uraian ringkas, sehingga akan memudahkan siswa untuk memahaminya. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dari mudah diimplementasikan, suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajaran meningkat. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari lama atau tidak.

Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian 22 berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya.

Perbaikan Desain Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya.

Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan, desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba, setelah divalidasi dan revisi. Uji coba tahap awal dilakukan dengan disimulasikan, maka dapat diuji cobakan pada kelompok yang terbatas.

Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar bar tersebut lebih efektif dan efesien dibandingkan metode mengajar yang lama atau yang lain. Untuk itu pengujian dapat dilakukan dengan eksperimen, yaitu membandingkan efektivitas metode mengajar lama dengan yang baru. Indikatornya efektivitas metode mengajar baru adalah kecepatan pemahaman murid pada pelajaran lebih tinggi, murid bertambah kreatif dan hasil belajar meningkat.

Eksperimen dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah memakai metode mengajar baru atau dengan membandingkan dengan kelompok yang tetap menggunakan metode mengajar lama. Dalam hal ini ada kelompok 23 eksperimen dan kelompok kontrol.

Model ini telah digunakan secara luas di kalangan sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi Miarso, Pengembangan model IDI terdiri dari tiga tahap utama, yaitu 1 penentuan define , 2 pengembangan development , dan 3 evaluasi evaluate. Tahap penentuan terdiri dari tiga kegiatan, yakni: a. Tahap pengembangan terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu: 1. Tahap evaluasi meliputi kegiatan: 1 pengujian prototipe test prototipes dengan kegiatan uji pakar dengan melibatkan 2 orang pakar dari dosen dan seorang praktisi dari sekolah, 2 melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan rekomendasi dari pakar, dan 3 melakukan implementasi di kelas melalui penelitian tindakan kelas.

Setelah kegiatan ini, dilakukan pengumpulan data- data dan analisis data. Hasil analalisis dikaji melalui panel group discussion. Bila hasilnya sudah dianggap baik, maka dapat direkomendasikan untuk digunakan lebih lanjut.

Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian Suharsimi Arikunto, Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut Sugiono, : Karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka tidak semua siswa kelas VIII diteliti, sehingga diambil sampel untuk dijadikan obyek penelitian dengan teknik random sampling.

Variabel Penelitian Dalam hal ini yang akan diteliti yang diambil dalam jenis assesmen autentik yaitu tentang Assesmen Kinerja, proyek, produk, essai dan portofolio. Ada 4 empat macam variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini yang terdiri atas tiga variabel bebas independent variable dan 1 satu variabel terikat dependent variable. Keempat variabel tersebut adalah : 1. Variabel bebas x , terdiri atas tiga variabel yaitu : a.

Model Pembelajaran Inkuiri x1 b. Belajar dan Mengajar. Yogyakarta: Teras. Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution ,M A. Metode Research Penelitian Ilmiah.

Jakarta: Bumi Aksara. Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Karya. Pius A Partanto. Metodik Khusus Pengajaran Ajaran Islam. Rochiati wiriaatmadja. Model Penelitian Tindakan Kelas.

Bandung: Remaja rosdakarya. Saifuddin Azwar. Sikap Manusia. Sardiman A. Mengenal Sejarah.

BUKU ok.pdf -

Yogyakarta: Bigraf Publising. Lack correct socialization of the dangers of drug of individual control over him can be due to his abuse to the individual concerned. The case minimal knowledge of the rules prevailing in can be compared to the addicted cigarette society. Sometimes in the learning environment addicts who do not care about the cruel images there are also individuals who have been on cigarette packs that illustrate the diseases accustomed to deviation or enjoy the deviant caused by cigarettes, smokers often even think behaviors that he did so that if there is a gap to of images or warnings on cigarette packets as do the deviation then the opportunity will be a myth because there are examples long-term used to get pleasure like never done before from smokers.

The learning environment In general, controls are manifested in terms presents battles between the parties in charge of mutually agreed rules. How compulsion is done environmental influences. The main purpose of human action subconscious person. There is uncertainty in is to get pleasure pleasure principle. A hungry social control because it rests only on the child will eat whatever food he likes to get the creation of an atmosphere of forced and based pleasure of being free from the hunger that is on false expectations, while the expected tormenting him, regardless of the way in which outcome of social control must be real.

After Holistic learning to its devotees is the growing up human beings are taught that not all awakening of the sublime benefits of righteous foods can be eaten simply because there are self-control, which is not only enjoyed certain rules that must be met such as obtaining pragmatically but will be able to achieve even permission from the owner of food, exchange the never-before-happiness dimensions.

The it by means of payment, and so forth. Religion teachings of control in the Brahmakunta even teaches more abstract controls such as Community are quoted from the Hindu abstinence to eat food obtained in ways that teachings of Yama and Niyama which are violate religious teachings and the prohibition interpreted as the Great Promise of God to the of eating undeserved foods has a bad nature Lord.

Democratic get a negative image when the control is not behavior will arise when the individual has been working. An individual who is seeking pleasure able to manage his thoughts, feelings, and by consuming drugs clearly has very little insight actions, be able to exercise control when into the dangers of drug abuse.

When there is necessary and will not seek sensation by drug abuse parents or educators often defend dominating if his role is not needed. Spontaneity to do good only happens if the Another problem arising from a sense of control within the individual has led to the poverty for affection is the prosecution of loving balance of thoughts, feelings, and deeds.

For example, teenagers think of doing noble things or thinking about who demanded the affection of their parents to noble deeds.

The feeling of an individual filled do the act of hurting others or talking harshly to with selfishness inhibits positive control. When his parents to express his intent to be loved. Well-established controls will avoid learners who sometimes do actions that do not conflicts between rule enforcers with individual reflect affection at all, but in fact wrapped in members of the community or between the intention to get affection.

Educators who individuals as all have the control to do good. Fulfilling learning problems because learners have not the need for equal control can lead to feelings felt at ease over not achieving the things that of helplessness and every individual will feel they covet respected in society because it can contribute Feelings of loss of affection during each to social progress, so not only be a mere period of development lead to the emergence spectator or follower.

The stress-induced loss of affection can occur in individuals since 2. Characteristics of Affective Learning the age of the baby due to environmental The learning process of affection in the influences that are considered unfriendly or the Brahmakunta Community is aimed at individuals demands of parents to behave and follow with affection problems.

High quality of certain rules as they progress. Atmadja Babies values of love in local traditions that were who initially feel served by those closest to them previously symbolically interpreted as part of feel the affection fade with the loss of old habits religious tradition have been shaken by while in the comfort zone and the start of new modernization.

A narrow love can not be habituations that are troublesome which applied in the learning world to meet the coupled with the cold attitude of the people inclusion needs of each learner. Inner turbidity around when planting habituation. Santori If anyone is able to perceive the from family, school, or playmate. Children suffering of others as his own suffering, able to perceive parents who work late into the night, love others as he loves himself, then this can be despite trying to be granted understanding when called true love and compassion.

If people care their parents work late into the night as a Vol. When parents are not experienced in adolescence stems from a always there to accompany the sense of conflict between rule domination or the ownership will be doubted especially when demands of parents with the needs of compared with peers who always accompanied adolescents to be free.

Parents who direct their his parents.

Unloved feelings from broken home children to continue their studies in A majors families will be even more complicated, even will be deemed to have no affection for their though the two individuals who decide to be children because the child loves other majors, separated are equally devoted to their children even though his parents have explained if the but the loved ones will find it difficult to translate majors his parents choose to guarantee the that affection in an incomplete family setting.

The treatment of teachers in schools that The touch of private territory that the trigger a sense of unloved generally arises from underpersonal-hated people actually make is the unexpected behavior of an individual comfortable for overpersonal people who expected from his teacher. The abusive teacher always want to have deep interpersonal will be viewed by his pupil as having no relationships.

Personal behavior is a behavior affection although the teacher has explained if that is less distanced from touching personal his abusive behavior is a form of education to things or imposing on personal contact.

Personal change the bad habits of his students. Most type people with the understanding always get students expect their teachers to love him even satisfaction from interpersonal interaction is in a position of wrongdoing. Violence is still done because realize the needs of affection can considered a crime as well as other violence be met with various ways.

Pathological behavior outside the realm of education so as to generate itself is the state of the individual who resentment and hatred within students.

The experienced various kinds of obstacles in treatment of teachers who praise the meeting the needs of affection in interpersonal outstanding achievement of students will be interaction so that leads to personality disorder. Master to other students. MangkuHipno also recommends that teachers The difficult tasks that teachers give to their should also know NLP techniques in order to students are regarded as a manifestation of deal with students who experience teacher hate to their students, learners are underpersonal behavior especially that has led generally very dear to be given an easy task to to pathological behavior that seems to have felt do or not to give a task at all even if it is no need for affection because many times have generally known if such a thing leads to student been disappointed when it wants to meet the losses.

Students who are not upgraded or needs affection. An educator can handle the under-rated by their teachers will feel unloved, problem of compassionate needs to the learners even if the teacher does so in order for the by giving religious planting that although humans learners to know in a transparent manner. Students who consciousness and social management that previously always expressed regret and anger constantly experience changes as the age and to his parents turned to reveal the wisdom so maturity grows.

Education seeks to form a that it can touch his parents to realize the human who not only has old age but fills it with mistake he did. Educated human beings The awareness of uninterrupted personal will not be formed without the social ability with sides is usually instilled with examples of deep regard to the way individuals manage sleep which when interfered with by others will relationships with each other.

Social awareness cause discomfort. The Brahmakunta community is the ability to feel the emotions of others, to taught the concept of yoni that in individuals understand the point of view of other individuals, there are different yoni because spiritual and to be active in the concerns of others. Education enables human beings to guide, influence, manage 3. Yasasay that between two or more persons, between the Brahmakunta devotees can fit into three types individual and his role, or between individuals of compatibility as always seeks to build and situations where it is directed to the relationships to the fullest.

If humans in general satisfaction of the heart that benefits from will show certain attitudes based on stimuli personal needs and the harmonization of aimed at other humans such as someone will common life. A child who is given low-quality educational process and feel the winner as affection by his or her parents will reply the having the highest level of education among same level to his parents.

There are merits of others. The second stage is that also individuals labeled educated feel no need humans will release a taste to others when to establish relationships with individuals who others also show signs of spilling the same taste are not educated because it is considered will to them. Humans will not humble themselves to not bring benefits to aspects of his education. The last symptom is that humans Bhartrihari. Niti Sataka Sloka relate to each other just to fulfill satisfaction.

Tentang Etika dan moralitas. Members of a community organization are Panakom routinely assembled for the satisfaction derived Burnes, Bernard. Kurt Lewin and from the expression of solidarity. Brahmakunta Complexity Theories: Back to the devotees exhibit inclusion of control, and Future. Journal of Change Management affection is not limited to the consideration of vol. Darmadi, Hamid. Metode Penelitian III. Conclusion Pendidikan. Alfabeta The results of brain exercise or learning Darmayasa, I Made.

Canakya done in an atmosphere full of truth values will Nitisastra. Paramita be able to produce ideas or learning outcomes that are multiproductive and even supra Donder, I Ketut. Sicya Sicma Pedoman productive. To cope with tension both in Menjadi Siswa Mulia learning activities and in the face of social cases Religiopsikososioedukatif.

Kesadaran Jiwa the hypnotic institutions college hypnosis that Teknik Efektif untuk Mencapai participate and provide solutions to psychic Kesadaran yang Lebih Tinggi. Hypnosis in Teaching. Visimedia affection learning characteristics, and Hazami, Dkk. Pengembangan motivational learning characteristics. Penelitian Tidak Abbas, Abdulah Bin. Kiat Mengatasi Diterbitkan Stres Anak. Restu Agung Hergenhahn, B. Adisusilo, Sutarjo. Sejarah Pemikiran Theories of Learning.

Similar articles


Copyright © 2019 medical-site.info. All rights reserved.
DMCA |Contact Us