Buku pengantar antropologi pdf


 

Hahaha klo ini buku wajib saat kuliah. Ya, buku2 Pak Koen seperti kitab suci untuk kami, yang mempelajari Antropologi. Meskipun banyaaaak sekali. Buku Pengantar Ilmu Antropologi Koentjaraningrat - [Free] Buku GMT (PDF) Memahami Bahasa Agama dalam Perspektif Antropologi. Buku Pengantar Ilmu Antropologi Koentjaraningrat head over heels,healing celebrations,healing damaged emotions david a seamands,healing handbook.

Author:LESLEE FEHLINGER
Language:English, Spanish, German
Country:Andorra
Genre:Technology
Pages:705
Published (Last):19.05.2016
ISBN:388-1-75819-195-8
Distribution:Free* [*Register to download]
Uploaded by: KATHEY

52302 downloads 162184 Views 31.42MB PDF Size Report


Buku Pengantar Antropologi Pdf

disebut pengantar antropologi koentjaraningrat - pdfsdocuments2 pengantar sosiologi. perpustakaan universitas indonesia >> buku teks -. indonesia >> buku teks judul: pengantar ilmu antropologi / koentjaraningrat sosiologi medical-site.info free download here sap pengantar sosiologi. Buku Pengantar Ilmu Antropologi Koentjaraningrat. ford escort engine diagram, lincoln town car s,20 off dennys coupons codes january ,

Ayahnya adalah seorang petani sambilan yang juga pekerja di Kantor Pos Prancis. Bourdieu tumbuh dengan bahasa Gascogne , yaitu bahasa daerah di Prancis yang kini hampir punah. Ayahnya tidak pernah menamatkan sekolah formal, sehingga mendorong Bourdieu supaya berprestasi di bidang akademis. Ibunya dapat melanjutkan sekolah hingga usia enam belas tahun, dengan tinggal bersama bibinya di Pau. Setelah sekolah dasar, Bourdieu melanjutkan pendidikan dengan menumpang tinggal di Pau , karena terletak jauh dari desanya. Jean-Paul Sartre dan Simone de Beauvoir adalah alumni universitas ini. Bourdieu menuliskan semua pandangan realisnya dalam catatan pribadinya. Kemudian mengajar di Universitas Lille dan di Universitas Paris pada tahun Krisis di Aljazair merupakan peristiwa politik yang membuat Bourdieu mulai mengutarakan pendapatnya di depan umum; ketika dia menjalankan tugas militer pada tahun an, [8] kemudian menjadi guru ilmu sosial di Aljir. Kelas penguasa terdiri dari campuran Aljazair dan Prancis. Kemudian bahasa lokal ditekan, dan diganti dengan bahasa Prancis. Empat kelompok kesukuan yang berbeda ini memperlihatkan konsep Negara Bangsa Aljazair sebagai konsep yang longgar. Pada buku tersebut juga membahas bagaimana kolonialisme Eropa menerapkan norma-norma batas di wilayah darat yang sebelumnya belum jelas; yang merupakan bentuk terganggunya keseimbangan historis, geografis dan budaya di wilayah tersebut.

Kelas penguasa terdiri dari campuran Aljazair dan Prancis.

daftar isi pengantar ilmu antropologi.pdf

Kemudian bahasa lokal ditekan, dan diganti dengan bahasa Prancis. Empat kelompok kesukuan yang berbeda ini memperlihatkan konsep Negara Bangsa Aljazair sebagai konsep yang longgar. Pada buku tersebut juga membahas bagaimana kolonialisme Eropa menerapkan norma-norma batas di wilayah darat yang sebelumnya belum jelas; yang merupakan bentuk terganggunya keseimbangan historis, geografis dan budaya di wilayah tersebut.

Pandangan etnografis komprehensif yang saya berikan pada Aljazair, membuat saya menerima diri saya, negara saya, orang tua saya; aksen ayah dan ibu saya Saya melihat kemiripan antara orang-orang di Kabylia dengan orang-orang yang saya temui di masa muda saya.

Pendirian ini menjadi rumah penelitian bagi Bourdieu karena aktivitasnya sesuai dengan orientasi kedua pendirinya. Topik yang dibahas dalam jurnal-jurnal ulasan ini lebih fokus pada evolusi sosial dan tren ekonomi.

Aspek-aspek yang dibahas pada jurnal tersebut, termasuk faktor mental , ideologi , dan mitos.

Saya melakukan penelitian terhadap siswa, khususnya, untuk lebih memahami bagaimana rasanya menjadi seorang siswa di kelas tempat saya mengajar, dan juga untuk mengklarifikasi pendapat dalam perdebatan yang membingungkan pada hari itu.

Aljazair , dan kemudian pendidikan, telah memanggilnya untuk terlibat dalam kebijakan nasional dan politik. Kedua posisi ini mewakili ketegangan antara filsafat dan etnografi. Bourdieu merasa harus melakukan pengubahan nyata bagaimana sosiologi merepresentasikan rekonsiliasi atas keduanya.

Dia juga mulai mempelajari strategi dan pola pernikahan dan kesukuan di kalangan petani di sana. Foto-foto aktual ini, berjumlah banyak yang merupakan gambaran mental pribadinya. Ini adalah tingkat berdebat yang bisa dimengerti orang. Beberapa tahun kemudian, untuk membuktikan hal tersebut, di sebuah desa ditata dua set kebun : satu disertai dengan ritual adat, yang lain tanpa ritual apapun, dengan tujuan untuk melihat mana yang akan melakukan lebih baik.

Ketika tidak ada perbedaan sama sekali, desa tersebut menyatakan bahwa mereka siap untuk merangkul iman Kristen. Namun, Kruyt berpendapat bahwa "serangan" langsung pada agama tradisional tidak cukup. Seperti pendahulunya dari abad ke, dia ingin pesan Injil untuk menembus ke dalam hati orang-orang dan membawa mereka ke pertobatan pribadi.

Tapi lebih baik daripada mereka, dia mengerti bahwa untuk menyentuh bagian terdalam dari para pendengarnya, dia harus mengetahui pola yang berlaku dalam pikiran mereka. Jadi dia mulai mempelajari agama dan budaya setempat di beberapa daerah lain di Hindia Belanda dengan intensitas tanpa preseden dalam misi penginjilan, yang membuatnya salah satu ahli etnografi terkemuka pada masanya, dikutip juga oleh para sarjana asing, dan membuatnya mendapatkan gelar doktor Honoris Causa dari Universitas Utrecht pada tahun Mungkin apa yang membuatnya terobosan baru dalam aspek ini adalah fakta bahwa, sebagai rekannya yang berpikiran di Papua Barat, F.

Magnum opus-nya adalah De Bare'e-sprekende Toradja's van Midden-Celebes Orang-orang Toraja yang berbahasa Pamona dari Sulawesi Tengah , berjumlah tiga volume, yang diterbitkan bersama-sama dengan Adriani. Namun demikian, setelah tujuh belas tahun, pembaptisan pertama berlangsung.

Bahkan, sejak , salah satu pemimpin adat yang paling berpengaruh, Papa I Wunte, menyatakan kesiapannya untuk menjadi seorang Kristen. Namun, dari rasa tanggung jawab untuk kesatuan dan kesejahteraan rakyatnya, ia merasa ia tidak bisa mengambil langkah ini saja. Tidak seperti misionaris abad ke pada umumnya, Kruyt menghormati sikap ini dan tidak mendesaknya untuk maju secara individual.

Orang lain juga merasakan hal serupa, merasa tertarik dengan agama baru, tetapi mereka terlalu banyak melekat pada masyarakat tradisional. Selain itu, orang-orang di daerah Poso khawatir dengan Penguasa Muslim mereka di Palopo , yang secara resmi melarang mereka untuk mengubah agama mereka.

Pengantar Ilmu Antropologi

Ikatan dengan Luwu adalah lebih dari sekadar politik: Luwu adalah contoh dari cara hidup lama; jika mengabaikan peraturan ini, akan mendapatkan sanksi supranatural dari roh kepercayaan. Kruyt, yang menyadari bahwa pekabaran Injil di Poso membutuhkan sarana pendukung strategis, yaitu mendirikan sekolah. Pada tahun , Kruyt mulai banyak berkunjung ke desa-desa sekitar Poso Pesisir. Salah satu usaha yang dilakukan Kruyt adalah mendirikan sekolah di desa Panta dan Tomasa di wilayah Pebato Poso Pesisir yang merupakan sekolah pertama yang didirikan oleh Kruyt pada tahun , dan disusul desa lainnya di wilayah Pebato diantaranya desa Malitu , Poso Pesisir Selatan.

Pada awalnya pembukaan sekolah-sekolah di wilayah Pebato menemui hambatan karena beberapa alasan, pertama, adanya pandangan masyarakat Poso bahwa sekolah bertujuan mendidik para budak Belanda. Kedua, adanya pandangan masyarakat bahwa biaya sekolah yang gratis merupakan daya tarik, tetapi kemudian akan diminta bayaran dan apabila tidak mampu membayar maka anak akan dijadikan jaminan.

Ketiga, adanya tekanan dari Kerajaan Luwu dan Kerajaan Sigi , agar orang Poso tidak diizinkan untuk sekolah, karena akan menyaingi kepintaran mereka. Keempat, adanya anggapan masyarakat bahwa sekolah akan merusak kehidupan adat masyarakat poso. Kelima, sekolah akan merongrong kewibawaan orang tua , dan anak-anak tidak perlu pintar. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru, AC.

Kruyt sejak awal mendatangkan guru dari Minahasa , yaitu J. Sekeh, M.

Albertus Christiaan Kruyt

Kalengkongan, Kaligis, Kolondam, Posumah merupakan guru pertama yang datang ke Poso. Sejak tahun setiap desa di wilayah Poso mulai didirikan Sekolah Rakyat Volkschool , dan masyarakat merasakan bahwa pendidikan sangat bermanfaat sehingga mereka mendukung pembangunan gedung sekolah secara swadaya. Kebutuhan tenaga guru masih tetap didatangkan dari Minahasa, tetapi karena jumlah Volkschool terus bertambah maka untuk mengatasi kebutuhan guru tahun didirikan Vervolgschool, dan lulusan Vervolgschool diangkat menjadi guru pada Volkschool SR.

Menyadari akan kebutuhan guru yang terus meningkat, Kruyt memikirkan perlu mendirikan Sekolah Guru Kweekschool , dengan maksud agar guru-guru Volkschool mulai direkrut dari orang-orang poso sendiri dan tidak tergantung guru dari luar daerah Minahasa.

Bentuk pendidikan model barat, menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar, dengan masa belajar 7 tahun. Murid sekolah ini diutamakan dari anak-anak golongan bangsawan dan tokoh terkemuka tanpa membedakan golongan etnis dan agama. Sampai tahun , jumlah murid HIS sebanyak orang, termasuk diantaranya 21 orang adalah penduduk asli Poso.

Pada akhir tahun , Kruyt sudah menetap di Poso. Dalam perjalanan penginjilannya banyak kampung yang dipindahkan dari gunung dan mendekati jalan. Pada tahun Kruyt beserta Nicolaus Adriani mengadakan perjalanan jauh yang bertujuan untuk membebaskan seluruh penduduk di tanah Poso dari kekuasaan Datu Luwu di Palopo.

Dengan dikeluarkannya surat itu, Datu Luwu tidak dapat berbuat apa-apa dan kekuasaannya berakhir di tanah Poso. Atas usaha-usaha dan karyanya maka pada tahun , Kruyt di anugerahi penghargaan Bintang Oranje Nassau oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun , Kruyt bersama istrinya kembali ke Belanda. Ia telah merintis penanaman benih Injil bagi penduduk di Tanah Poso. Di Belanda, Kruyt menjadi anggota pengurus Zending dan mencetus ide agar Sekolah Guru di Poso dikembangkan menjadi sekolah pendidikan Teologia karena Zending akan sulit menyesuaikan dengan kehidupan masyarakat Poso.

Kruyt mengharapkan agar jemaat-jemaat hasil pekabaran injil di Sulawesi Tengah dapat mendirikan satu organisasi gerejawi sendiri. Harapan ini muncul setelah ia mendengar bahwa di Sulawesi Utara telah lahir Gereja Masehi Injil di Minahasa pada tahun dan di Maluku telah lahir Gereja Protestan Maluku pada tahun Pada waktu itu terjadi Perang Dunia II , sehingga hubungan penginjilan terputus dan Zending mengalami banyak tekanan.

Dalam keadaan tersebut, penatua-penatua dan para guru-guru jemaat mau tidak mau harus mandiri mengurusi jemaat masing-masing. Sesudah perang berakhir, maka kemandirian jemaat sudah teruji dan mulai berdirilah persekutuan gereja-gereja baru. Berita ini menjadi kesukaan bagi Kruyt dalam masa akhir hidupnya, dengan menyaksikan hasil karya penginjilannya berdiri jadi satu organisasi gerejawi.

Perjalanan ke seluruh Hindia Belanda dan kepergian[ sunting sunting sumber ] Setelah kepergiannya dari Poso, Kruyt melakukan perjalanan dari Minahasa ke Halmahera pada bulan Januari , [43] dimana ia ingin memulai penelitiannya tentang " agama asli ". Pada minggu pertama bulan Februari, Kruyt kembali dari Halmahera. Selama ia tinggal di Minahasa dari tanggal 6 sampai 26 Februari , Kruyt bertemu dengan Samuel Schoch , yang merupakan asisten pengkhotbah di Sonder dari tahun sampai Schoch berencana untuk membangun rumah sakit, namun Kruyt berpikir dia lebih baik terlibat dalam studi tentang paganisme di Minahasa yang masih tersisa.

Setelah tinggal di Minahasa, Kruyt pergi ke Donggala.

Albertus Christiaan Kruyt - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Di sana ia tinggal di rumah Asisten Residen A. Selama periode ini, Kruyt sangat menyadari rencana intervensi militer di Sulawesi Tengah yang direncanakan Engelenberg.

Engelenberg ingin menghindari kekerasan yang tidak perlu. Metode yang digunakan di Aceh memang cocok untuk menaklukkan orang, tetapi tidak untuk mengaturnya. Yogyakarta : Penerbit Buku Pustaka Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Bina Aksara. Mahfud, C. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Otten, C. New York: Garden City. Parsons, T. The Social System. New York: The Free Press. Rohidi, T. Pendekatan Sistem Sosial Budaya dalam Pendidikan.

Pendidikan Seni, Isu dan Paradigma.

Semarang: Cipta Prima Nusantara. Salam, S.

Similar articles


Copyright © 2019 medical-site.info.
DMCA |Contact Us